Lesti Kejora Melahirkan, Ketahui Faktor Risiko Persalinan Prematur

Lesti Kejora dan Rizki Billar menyambut kelahiran anak pertama mereka pada Minggu, 26 Desember 2021. Persalinan berlangsung lebih cepat atau prematur di usia kehamilan 34 minggu, sebulan mendahului dari hari perkiraan lahir akhir Januari 2022.

Sebelum melahirkan, Lesti dirawat di rumah sakit selama tiga hari untuk observasi karena mengalami gejala gangguan kehamilan. “Malamnya (sebelum dibawa ke rumah sakit) sakit perutnya, ternyata malam itu kontraksi. Paginya dede ngeflek akhirnya konsul sama dokter dede. Langsung dibawak ke ruang bersalin di-CTG,” kata Lesti dalam video “Ekslusif No Cut No edit Selama di Rumah Sakit!! Lesti Kenapa??!!” yang tayang di kanal YouTube Leaslar Enternainmet, Minggu.

Perwakilan Rumah Sakit Bunda Jakarta, Dokter Puspa, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Lesti mengalami kontraksi yang cukup sering. “Sesuai instruksi Dokter Nana, dokter yang megang Bu Lesti, diterminasi atau kita lakukan tindakan Caesarian malam ini juga, cito (kondisi emergensi), mohon doanya mudah-mudahan lancer, mohon doanya juga mudah-mudahan ibu dan bayinya sehat,” kata Puspa.

Dilansir dari Mayo Clinic, persalinan prematur adalah kelahiran yang terjadi lebih dari tiga minggu sebelum perkiraan tanggal lahir bayi. Dengan kata lain, kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum dimulainya minggu ke-37 kehamilan.

Wanita yang mengalami persalinan prematur biasanya mengalami sejumlah gejala tidak biasanya sebelumnya. Gejala kelahiran prematur yang sangat ringan, atau mungkin memiliki komplikasi yang lebih jelas.

Seringkali, penyebab spesifik kelahiran prematur tidak jelas. Namun, ada faktor risiko yang diketahui dari kelahiran prematur, termasuk memiliki riwayat kelahiran prematur sebelumnya, kehamilan dengan kembar, interval kurang dari enam bulan antara kehamilan, pembuahan melalui fertilisasi in vitro, serta masalah dengan rahim, leher rahim atau plasenta.

Faktor risiko lainnya adalah merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang, infeksi terutama pada cairan ketuban dan saluran genital bagian bawah, beberapa kondisi kronis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, terlalu kurus atau kelebihan berat badan sebelum kehamilan, serta stres akibat eristiwa kehidupan yang penuh tekanan seperti kematian orang yang dicintai atau kekerasan dalam rumah tangga, keguguran atau aborsi, juga cedera fisik atau trauma.

Lesti Kejora mengaku mengalami kontraksi dan flek lantaran kelelahan. Sebelum dirawat di rumah sakit, dia mengaku menghadiri beberapa acara yang cukup menguras tenaga.

Tinggalkan Balasan