Mengenal Rising Wedge dan Falling Wedge

Rising Wedge adalah garis trend konvergen yang kerap dipakai dalam analisis teknikal sebagai indikator yakni untuk melihat potensi pembalikan harga pada aset keuangan. Kerap disebut wedge pattern yang merupakan garis trend konvergen yang terdiri dari dua garis trend tertentu.

Apa yang perlu dikenal dari Rising Wedge dan falling Wedge?

  1. Rising Wedge Pattern

Pada Wedge Pattern Biasanya terbentuk berdasar pada harga aset di 10-50 periode trading yang ada di aset tersebut. Kedua garis trend yang satu ini biasanya terbentuk dengan menghubungkan setiap titik tertinggi dari candlestick dan masing-masing terendah dari candlestick.

Juga mempunyai dua bentuk pola candlestick yakni Rising wedge dan falling Wedge. Yang pertama adalah Rising widge yang merupakan indikator teknikal dengan tanda terjadinya pembalikan harga ke arah trend bearish. Terdapat potensi penurunan harga aset telah diprediksi lebih besar.

Pastinya prediksi tersebut hadir setelah menembus garis trend paling bawah. Pola yang satu ini biasanya dijumpai ketika harga aset sedang bergerak naik yang mana garis support atau garis tren bawah dan garis trend atas membentuk trend miring ke atas menuju satu titik yakni APEX.

Indikator yang satu ini tentunya banyak disukai para trader profesional karena begitu terjadi penurunan harga aset atau breakdown tentunya akan semakin bagus. Karena target kembalikan harga akan tercapai dengan sangat cepat ketika terjadi breakdown tersebut.

Berdasar pada laporan Rising Wedge sempat muncul pada grafik harian Bitcoin di bulan maret 2021 yang lalu. Kepala perdagangan di kripto finance telah membenarkan pernyataan tersebut setelah melakukan analisis dan memastikan garis support cukup kuat di 4 titik kotak tersebut.

Terdapat juga Rising widge Bitcoin yang mana pergerakan harga Bitcoin menembus garis trend bawah dari pergerakan naik dianggap sebagai indikasi perubahan dari trend naik turun ke atas. Pergerakan di bawah 54 USD akan mengkonfirmasi Rising Wedge dan membuka peluang turunnya harga Bitcoin.

  1. Falling Wedge Pattern

Selanjutnya adalah falling Wedge yang merupakan kebalikan dari pola Rising Wedge yang mana pola ini indikasi pergerakan bullish dari sebuah aset. Anda dapat menemukan pola yang satu ini di ujung daun ten harga aset karena pola ini dibentuk dengan garis support dan resistance ke bawah.

Arah dari falling Wedge bersama-sama mengarah ke bawah walau pergerakan turun garis resistance relatif jauh lebih curam dibanding garis supportnya. Falling Wedge pattern telah ditandai dengan semakin pendeknya candlestick pada grafik harga aset yang muncul di layar anda.

Hal tersebut menjadi indikasi bahwa tren bullish sedang pelan-pelan dibentuk oleh para pemiliknya. Ketika harga aset menembus garis trend atas maka pembalikan akan terjadi dan harga aset akan bergerak lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Falling Wedge dapat terlihat pada grafik harga Bitcoin pada akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019. Laporan pergerakan harga Bitcoin mengalami slow drip yakni perlahan turun dapat terlihat pada grafik harian selama 6 minggu lamanya.

Pergerakan yang satu ini telah membentuk pola falling Wedge yang telah menandakan bahwa trend bullish akan segera terjadi. Terdapat juga contoh falling Wedge Bitcoin yang dikonfirmasi dengan breakout di mana harga Bitcoin menembus garis trend atas di angka 3,4 USD.

Maka harga Bitcoin akan naik ke level resistance baru diangkat 3,6 USD. Pastinya terdapat cara trading dengan pola Rising Wedge dan falling Wedge. Trader tentunya dapat menentukan Kapan harus membuka posisi dan menentukan kapan Harus stop loss serta mempertimbangkan risiko.

 

 

Tinggalkan Balasan