Tetap Bahagia Meski Liburan Nataru di Rumah Saja

Menikmati waktu liburan bersama keluarga, teman, maupun orang tersayang sangat dibutuhkan untuk membuat hidup lebih seimbang di tengah tuntutan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari yang terkadang membuat stres. Apalagi, banyak energi negatif yang membebani pikiran, tubuh, dan jiwa selama pandemi Covid-19.

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya dimanfaatkan banyak orang untuk berlibur ke luar kota. Namun, dengan adanya sejumlah pembatasan dan masuknya varian Omicron ke Indonesia, maka aktivitas masyarakat untuk berlibur atau berwisata sedikit terhambat dan banyak yang memilih untuk menikmati masa libur di dalam kota.

Psikolog dari Enlightmind, Nirmala Ika Kusumaningrum, mengatakan berlibur atau beristirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari sebetulnya tidak harus menunggu waktu libur panjang.

“Bagi sebagian orang, berlibur pun tidak harus pergi ke luar kota, tempat rekreasi, atau wisata hiburan. Liburan di rumah tetap menyenangkan, bisa melupakan kesibukan, dan tidak harus mengerjakan tugas-tugas harian sudah baik untuk menyeimbangkan hidup,” ujarnya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan saat menikmati waktu libur di rumah, mulai dari berolahraga, merawat diri, bercengkerama bersama keluarga, menyalurkan hobi, hingga menonton film kesayangan. Selain di rumah, bisa juga menikmati masa liburan dengan nongkrong di kafe bersama teman-teman.

“Namanya manusia pasti butuh liburan dan hiburan untuk refreshing dan mem-balance hidupnya karena orang tidak bisa disuruh terus bekerja atau dalam kondisi tegang, perlu rileks dan fase break,” ujarnya.

Selain itu, bagi yang tidak bisa ke luar kota saat liburan Nataru sebetulnya banyak aktivitas yang bisa dilakukan dengan menikmati lokasi wisata, hiburan, atau pusat perbelanjaan yang ada di dalam kota, asalkan benar-benar mematuhi aturan dan prokes yang sudah ditetapkan.

“Orang tetap butuh menikmati masa libur perayaan Nataru sebab ketika sudah terlalu penat, mau diimbau bagaimana pun tetap enggak berpengaruh. Makanya, yang dibutuhkan pengetatan prokes dan aturan yang harus dijaga, jangan ketika sudah penuh, dipaksa untuk tetap masuk,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan